Benarkah Tasawuf Bukan Berasal dari Islam?

Tuduhan bahwa tasawuf bukan berasal dari Islam masih kerap terdengar dan beredar. Baik itu diungkapkan secara halus maupun secara kasar. Misalnya dengan menyebut kaum sufi sebagai kaum zindiq dan lain sebagainya untuk mengutarakan bahwa tasawuf itu ajaran sesat yang bukan berasal dari ajaran Islam.

Benarkah tuduhan itu?

Mari kita lihat, alasan tuduhan yang pertama, kata tasawuf tidak disebutkan di dalam Al Quran. Karena tidak ada istilah tasawuf dalam Al Quran maka ia bukan berasal dari Islam.

Haidar Bagir penulis buku Mengenal Tasawuf ini menilai kesimpulan ini terlalu terburu dan tidak memiliki argumen yang kuat. Jikalau itu dijadikan alasan, bahwa sesuatu itu bukan berasal dari Islam hanya karena tidak disebut dalam Al Qur’an, maka menurutnya akan terlalu banyak hal lain yang bisa dianggap sesat.

Katakanlah seperti tafsir, tarikh, tajwid dan beragam ilmu Islam lain yang tidak disebutkan dalam Al Qur’an.

Kedua, bahwa dalam tasawuf banyak hal yang mengandung kesesatan. Misalnya dalam praktek tarekat tertentu seseorang menggantungkan dirinya dengan kaki di atas dan kepala di bawah semacam kegiatan untuk menyiksa diri. Atau adanya kecenderungan untuk memuliakan kemiskinan, misalnya untuk menjadi sufi harus jadi peminta-minta.

Haidar mengaku tidak membantah adanya pandangan-pandangan itu. Jika tidak mau menyebutnya sesat, maka sebutlah itu pandangan ekstrem. Menurut pimpinan Mizan Group ini, adanya pandangan ekstrim dan eksesif itu tidak bisa dijadikan alasan untuk mengatakan bahwa tasawuf itu sesat.

Karena dalam ilmu Islam, begitu juga di dalam fikih, pandangan-pandangan yang ekstrem juga banyak ditemukan. “Apakah dengan begitu fikih kita anggap sebagai sesat? Dengan begitu alasan ini juga tidak bisa diterima,” ujarnya.

Ketiga, alasan lain yang juga disebutkan ialah bahwa dalam tasawuf banyak kemiripan dengan ajaran agama Nasrani atau agama Budha atau agama Hindu.

Tokoh yang masuk 500 muslim paling berpengaruh di dunia ini menyebut, bahwa kemiripan tidak bisa dijadikan alasan untuk mengatakan bahwa tasawuf itu sesat.

“Coba kita buka sekarang pandangan-pandangan fikih tertentu, itu kalau kita cari di dalam hukum Latin, hukum Romawi, tidak sedikit hukum yang dirumuskan oleh para fuqaha berdasar ajaran Islam yang secara kebetulan sama dengan pandangan hukum latin, hukum Roma, hukum barat.”

“Enggak bisa kita mengatakan karena sama dengan hukum barat, sama dengan hukum latin, sama dengan hukum Romawi, maka kemudian ajaran itu tidak berasal dari Islam. Tasawuf juga begitu,” paparnya dalam akun YouTube Nuralwala.

Substansi Tasawuf

Bila dilihat, agama-agama dulu juga begitu, meskipun diakui tersimpangkan dari ajaran yang sebenarnya. Namun itu semua awalnya berasal dari Allah Swt. Sehingga ada bagian-bagian dari agama lain yang masih memiliki kesamaan dengan agama Islam. Adanya kesamaan itu merupakan hal yang normal, karena asalnya satu yaitu dari Allah Swt.

Di dalam sejarah juga misalnya, ulama di kalangan islam tidak segan-segan belajar dari ahli-ahli dari agama lain. Bahkan Rasul Saw bersabda, “Hikmah itu barangnya milik orang muslim yang hilang,” (HR. Tirmidzi).

Artinya ambillah hikmah itu dari manapun atau di manapun kamu dapatkan, meskipun keluar dari mulut seorang yang berbeda agama atau bahkan munafik sekalipun.

Jadi kalau ada Sufi misalnya, berdialog dengan pendeta Nasrani atau Budha. Maka itu bagian dari cara mereka menjalankan perintah nabi agar mencari hikmah di manapun itu mereka temukan.

Dengan demikian alasan-alasan di atas yang disebutkan itu sama sekali tidak cukup kuat untuk mengatakan bahwa tasawuf itu bukan berasal dari Islam.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...