Banyumas Berduka, Syaikh Syarif Nurkholis Mursyid TQN Wafat

0

PURWOKERTO – Kabar duka cita atas wafatnya Mursyid Thariqah Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah Mbah KH. Syarif Nurkholis malam tadi, Senin pukul 21.30 WIB membuat warga Banyumas khususnya pengamal tarekat berduka. Ucapan duka cita serta doa datang dari para pengurus JATMAN di berbagai provinsi di Indonesia yang beredar melalui grup media sosial. Berdasarkan info yang diterima JATMAN Online, setelah upacara pemakaman di Karangwangkal, beliau akan dimakamkan ba’da dzuhur di Komplek Makam Mbah KH Irsyad Maribaya Purbalingga yang merupakan ayah sekaligus gurunya.

“Atas nama Idaroh Wustho JATMAN Provinsi Sumatera Selatan dan Korwil TQN al-Chalwani provinsi Sumatera Selatan mengucapkan, turut berduka cita atas wafatnya al mursyidul kamil lith thariqoh qodiriyyah wa naqsyabandiyyah simbah KH. Syarief Nurkholish Karangwangkal Purwokerto Jawa Tengah. Semoga beliau termasuk dalam hum minzumratish shalihiin bisirril fatihah,” ucap K. Miftahuddin Kasno, Mudir Idarah Wustha JATMAN Provinsi Sumatera Selatan yang juga Korwil TQN al-Chalwani Provinsi Sumatera Selatan.

Mbah Nur panggilan akrabnya semasa hidup aktif di Pondok Pesantren Putra Putri Assalafiyyah. Ponpes tersebut merupakan pusat pengajaran dan pengamalan Thariqah Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah. Selain itu, juga menyelenggarakan kegiatan rutin dzikir khataman setiap malam Selasa dan Jum’at, serta kegiatan rutin welasan setiap tanggal 11 bulan Hijriyah dan Haul Sulthanul Awliya’ Syaikh Abdul Qadir al-Jilani RA setiap tanggal 11 Rabi’ul Tsani.

Ponpes Assalafiyyah yang terletak di Jalan Dr Soeparno No 03 Kelurahan Karangwangkal Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas merupakan pusat pendidikan dan pengajaran Islam ‘ala ahlussunnah wal jama’ah. Di dalamnya mengajarkan berbagai kitab klasik seperti aqidah, fiqh hingga tasawuf, sekaligus menekankan pada laku spiritual yaitu dengan pengamalan ajaran tasawuf melalui thariqah. Disamping hal itu juga menyelenggarakan Wajib Belajar Pendidikan Dasar, dan membekali santri dengan keterampilan melalui kegiatan pertanian dan melatih kemandirin serta membangun etos kerja yang tinggi. Majelis welasan yang beliau ampu biasa melaksanakan khataman thariqah, tausiyah, syi’iran kitab Irsyadul Awam, maulid barzanji dan manaqib Syaikh Abdul Qadir Jilani.

Adapun sanad atau silsilah kemursyidan TQN yang dikutip dari halaman facebook Idarah Wustha JATMAN Sumsel.

  1. KH. Syarief Nurkholis dari Syaikh Busthomul Karim dari Syaikh Husein Parit Cilacap dari Syaikh Siradj Sungai Rengit Johor Bahru Malaysia dari Syaikh Zarkasyi Berjan Purworejo.
  2. KH. Syarief Nurkholis dari Syaikh Sanusi Langen Banjar Patroman dari Syaikh Busthomul Karim Lampung dari Syaikh Husein Parit Cilacap dari Syaikh Siradj Johor Bahru Malaysia dari Syaikh Zarkasyi Berjan Purworejo.

Berdasarkan buku beliau ” Pendidikan Sang Kyai ” bahwa murid-murid yang sudah diangkat menjadi khalifah atau mursyid TQN diantaranya; KH.Hasan Murtadho , K. Hisyam Jalur 27 Kab.OKI Sumsel (alm), KH. Suhaimi jalur 27 kab.OKI Sumsel (alm), K. Daud bin Suhaimi, Habib Aqil bin Zain, Bumiayu Brebes, Habib Sholeh Al-Jufri Solo, Habib Ali bin Syaikh Abu Bakar, Guru Habib Sholih (santri senior Habib Umar Bin Hafidz Tarim Hadramaut. (eep)

Comments
Loading...