Bangun Kultur Khas, MATAN Yudharta Pasuruan Gelar Khatmil Qur’an

PASURUAN – PK MATAN Universitas Yudharta Pasuruan menggelar Khataman Al Qur’an pada Selasa (15/10) di Zawiyah MATAN Yudharta, Pasuruan. Acara dihadiri oleh anggota baru MATAN, kader MATAN dan warga sekitar.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun kultur MATAN ala Komisariat Yudharta Pasuruan,” ujar Ketua PK MATAN Yudharta Pasuruan M. Ulul Albab Munajad Dallah kepada JATMAN Online.

Wakil Ketua Komisariat MATAN Universitas Yudharta Pasuruan Muhammad Syafi’uddin membuka acara khataman ini ba’da Subuh tepatnya pada pukul 05.20 WIB. Khatmil Qur’an berlangsung hingga pukul 15.00 WIB.

Di sela-sela kegiatan tersebut para peserta khataman mengikuti pengajian Selosoan (Khowajikan) di Pondok Pesantren Ngalah, Purwosari, Pasuruan. KH. Moh. Sholeh Bahruddin pendiri sekaligus pengasuh ponpes tersebut memimpin langsung pengajian hingga pukul 13.30 WIB.

Pembina Universitas Yudharta Pasuruan itu menyampaikan bahwa dalam thariqah ada aturannya sebagaimana syariat.

“Thariqah itu ada murid dan mursyid. Kalau belum diijazahi mursyid, belum boleh mengajar. Macamnya thariqah itu ada 250 sedunia. Sudah saya tulis di Sabilus Salikin. Semua itu harus ada gurunya, ada maraji’nya (referensinya). Tidak boleh semaunya. Wong syariat saja ada aturannya apalagi thariqah,” ujar Mursyid Qadiriyah Naqsyabandiyah Mujadadiyah Khalidiyah tersebut.

Kiai yang menularkan tradisi menulis juga menyebut bahwa fungsi thariqah ialah mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir.

Usai khatmil Qur’an, acara kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan do’a yang dipimpin oleh M. Ulul Albab Munajad Dallah. Hadir pula ustadz senior Ponpes Ngalah ustadz Syekh Amin dan mantan Pengurus Wilayah MATAN Jawa Timur ustadz Nur Hasyim. (ulul/eep)

Komentar
Loading...