Bahaya Sifat Hasud

0

Setiap orang yang dapat nikmat pasti ada yang tidak suka (iri / HASUD). Orang yang hasad selalu berupaya untuk mencari dan melakukan cara agar nikmat atau anugerah itu hilang dari orang lain agar kebaikan tersebut berpindah kepada dirinya, dan dikarenakan juga dia tidak mampu untuk melakukan. Ia akan melakukan tipu muslihat keji yang dapat mencelakakan orang lain. Dia melakukan hal ini secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Sikap hasad merupakan sifat tercela dan buruk. Allah Swt sangat membenci orang yang bersikap hasad.

Rasulullah Saw bersabda, yang artinya:
“Hati hati kalian dari sifat hasad, karena hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api melalap kayu bakar” (H.R Abu Dawud dari Abu Hurairah r.a.).

Alangkah bahagianya orang yang hatinya bersih dan terjauh dari sifat hasad. Dengan hati yang lapang akan memunculkan ketentraman, pikiran dan hidupnya tenang serta disayangi Allah dan sesama manusia. Sedangkan orang yang bersifat hasad, dirinya akan terhina dan tersiksa oleh kelakuannya. Ia akan terganggu oleh pikiran yang sempit. Pada akhirnya ia pun akan dibenci oleh Allah Swt dan sesama manusia. Bila tidak segera dihilangkan, maka sifat hasad tersebut dapat membahayakan dan menimbulkan hal-hal antara lain:

  1. Menyebabkan ketidaktenangan dan kerisauan hati yang tidak putus-putus karena akan selalu memikirkan bagaimana agar kebaikan tersebut hilang dari orang lain.
  2. Menghancurkan persatuan dan persaudaraan, karena biasanya orang yang hasud akan mengadu domba, melapor dan suka memfitnah sehingga tidak menjadikan kondusif keadaan.
  3. Mendapatkan kehinaan dan ketercelaan baik di dunia maupun di akhirat. Apalagi bila orang lain menyadari akan perbuatan hasudnya, maka orang tersebut akan memandang rendah dan menjauhinya.
  4. Akan menghancurkan kebaikan yang ada padanya. karena sifat hasad dapat menghilangkan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.

Itulah kerugian dari sifat hasad, semoga kita dapat dijauhkan dari sifat hasad tersebut oleh Allah Swt… Aamiin.

Oleh: Ust. Saifullah

Comments
Loading...