Atur Pedagang: Inilah Tertibnya Pesantren An Nawawi Berjan

0

Purworejo – Salah satu keunikan di Pesantren An Nawawi Berjan, Purworejo ialah kebijakan pesantren yang menerapkan jadwal shift bagi pedagang di sekitar Pondok dan bermusyawarah untuk menyesuaikan harga makanan yang dijual.

Jumlah santri putra dan putri yang mencapai 2800 orang tentu membutuhkan makan setiap harinya paling tidak minimal dua kali. Namun Pondok An Nawawi ini memberikan jatah makan bagi santri yang membayar iuran makan sebesar 200 ribu rupiah per bulan untuk 3 kali makan pagi, siang, sore.

“Di sisi lain pihak pengurus pesantren juga memberi kebebasan kepada santri untuk memilih apakah ia mau makan dari pesantren atau ia membeli ke warung nasi yang ada di sekitar,” ucap Huda salah seorang pengurus Pesantren.

Hal tersebut tentu merupakan peluang bagi banyak penjaja makanan di sekitar pondok. Ada sekitar 20 warung makan dan 45 pedagang jajanan bagi para santri di wilayah Pondok Pesantren yang dibangun pada tahun 1870 oleh KH. Zarkasyi (1830-1914).

Untuk menuju ke sekolah para santri menempuh perjalanan sekitar 300 meter. Maka untuk mengatur ketertiban antara para santri dan para pedagang dalam perjalanan pergi dan pulang, pesantren mengundang para pedagang tersebut ke pesantren. Selain bermusyawarah untuk melakukan kesepakatan waktu berdagang dan pembagian shift, harga makanan yang ramah bagi kantong santri juga disepakati.

Pesantren juga memberikan edukasi mengenai kriteria makanan apa saja boleh beredar di sekitar Pesantren yang juga memiliki unit pendidikan formal Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Tinggi Agama Islam An Nawawi (STAIAN).

Dalam waktu dekat pihak pesantren juga akan melakukan pengecekan terhadap kandungan makanan dan jajanan santri. Saat ini pesantren diasuh oleh KH. Ahmad Chalwani yang meneruskan kepengasuhan dari ayahandanya KH. Nawawi Shiddiq. (eep)

Comments
Loading...