Apakah Murid Thariqah Yang Melanggar Dosa Besar Wajib Talqin Kembali?

Dalam kitab al Anwar al Qudsiyah Fi Ma’rifati Qawa’id As Shufiyah disebutkan, bahwa jika murid yang telah menerima talqin dzikir, lalu berbuat maksiat atau berakhlak buruk. Maka wajib bagi murid tersebut mengulangi talqin.

Imam Abdul Wahhab bin Ahmad as Sya’rani sang penulis kitab menerangkan, bahwa Talqin perlu dilakukan kembali agar setan keluar dari jasad dan qalbunya. Karena talqin bisa mengeluarkan setan dan akhlak tercela yang masuk ke dalam qalbu.

Syekh Abu Ali ad Daqaq rahimahullah berkata, orang yang menyatakan baiat kepada seorang guru thariqah lalu menentang atau melanggarnya setelah itu. Maka sungguh ia telah membatalkan janji baiatnya tersebut. Wajib baginya memperbarui baiat atau menerima talqin dzikir.

Dengan demikian, mendapatkan talqin dzikir kembali setelah berbuat dosa besar wajib dilakukan. Agar qalbu yang sebelumnya mulai kotor bisa dibersihkan kembali. Pengaruh bibit dzikir yang ditanam oleh guru Mursyid bisa bersemai kembali.

Sejatinya, kemaksiatan itu berawal dari ghaflahnya (lalai) qalbu dari Allah. Sedangkan Talqin dzikir menurut Syekh Abdul Qadir merupakan alat untuk memangkas apapun selain Allah.

Termasuk memangkas kemaksiatan yang awalnya berasal dari qalbu yang lalai. Sehingga diharapkan dengan mendapatkan talqin kembali, bisa mengembalikan kondisi qalbu yang selalu ingat kepada Allah.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...