Apa Arti Ilmu dalam Thariqah Alawiyah?

Thariqah Alawiyah atau Thariqah Bani Alawi, menyebar di bumi Indonesia ini juga di Asia, bersumber dari al-Imam Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir. Turun-temurun disimpulkan oleh Imam Abdullah ibn Alwi al-Haddad yang disampaikan oleh muridnya yang bernama Al Habib Ahmad Bin Zein Al Habsyi yang mengatakan, thariqah ini terdiri dari 5 pilar, yaitu pilar yang pertama adalah ilmu dan berkaitan dengan pilar yang kedua adalah amal. Sebenarnya sumber dari thariqah ini pasti adalah ayat-ayat Allah swt dan sabda-sabda nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam Islam itu sendiri, ilmu memiliki fungsi yang sangat penting sekali dan diperintahkan seseorang untuk menggali ilmu Allah subhanahu wa ta’ala. Seperti yang kita ketahui, bahwa wahyu yang pertama kali turun kepada junjungan kita nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah di dalam surat Al Alaq. Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membaca.

Apa yang dinamakan membaca bukan saja merangkai kata demi kata dan bisa mengucapkannya dengan lisannya, tetapi yang dinamakan membaca adalah membaca tulisan-tulisan yang ada dan kemudian memahaminya, atau membaca itu bisa juga diartikan dengan mempelajari atau menggali ilmu Allah subhanahu wa ta’ala, tapi dengan nama Allah subhanahu wa ta’ala, dan itu yang diperintahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagai contoh bagi umatnya, betapa pentingnya ilmu dan betapa pentingnya kita mempelajari alam semesta ini dan semua itu kembali kepada tujuannya, yaitu untuk mengenali kembali siapa Allah subhanahu wa ta’ala, dan salah satu alat yang penting untuk mengenali Allah subhanahu wa ta’ala adalah ilmu.

Nabi Muhammad saw juga bersabda di dalam hadis, disebutkan tentang pentingnya menuntut ilmu. Sehingga beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “siapa yang memilih menempuh jalan menuntut ilmu maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memudahkan baginya jalan menuju kepada surga.”

Nabi juga bersabda, “harta rampasan atau keberuntungan yang didapat oleh mereka yang menghadiri majelis dzikir, yaitu majelis ilmu adalah surga Allah subhanahu wa ta’ala.”

Semua ilmu adalah ilmu Allah subhanahu wa ta’ala. Di dalam riwayat nabi mengatakan, “thalabul ‘ilmi faridhatun ala kulli muslimin wa muslimat”. Menuntut ilmu adalah wajib bagi seorang muslim laki-laki ataupun wanita, tapi ada ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap orang Islam baik laki-laki atau perempuan apapun profesinya. Tentu saja tidak semua ilmu wajib dipelajari, sebab kata-kata wajib itu menandakan jika kita meninggalkan, melalaikan ilmu tersebut maka kita berdosa di sisi Allahllah subhanahu wa ta’ala.

Para ulama kemudian menyimpulkan, ada tiga ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap orang beriman. Yang pertama adalah ilmu aqidah, yang kedua adalah ilmu tata cara beribadah yang benar (fiqh), dan yang ketiga adalah ilmu ihsan yang mempelajari bagaimana cara menyajikan ibadah dengan cara yang baik dan sempurna, yang kemudian dikenal dengan ilmu tasawuf. Inilah 3 bidang ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap orang beriman, laki-laki ataupun wanita.

Oleh: Habib Husin Nabil Assegaf

Komentar
Loading...