Adakan Diskusi, MATAN UIN SUKA Bahas “Sufi Milenial”

YOGYAKARTA – MATAN UIN Sunan Kalijaga kembali mengadakan rutinan pembacaan Ratib Al-Aydrus dan Diskusi Tematik tentang ‘Menjadi Sufi Milenial’ di Selasar Masjid UIN Sunan Kalijaga, Sabtu (5/10).

Dalam diskusi, M. Nur Hadi S.TH.I. sebagai pemantik mengatakan bagaimana sufi milenial dalam mengikuti zaman yang terus berkembang ini. Hadi juga bertanya sufi milenial seperti apa yang seharusnya kita ketahui.

Menurutnya, sufi milenial pada dasarnya adalah sufi yang masih ada sampai sekarang ini dan mengikuti perkembangan zaman. Alam semesta ini tumbuh dan berkembang terus menerus diiringi dengan segala isinya, mulai dari pengetahuan hingga hukum pun bisa berkembang.

“Dulu, tasawuf, sufi, dan thariqah hanya diajarkan di pondok-pondok pesantren tertentu saja karena masih dianggap berat dan dianggap itu hanya untuk orang-orang tua saja. Namun nyatanya sekarang ini seiring dengan perkembangan zaman pembahasan tentang sufi, tasawuf dan thariqah ada di mana-mana bahkan dijadikan sebagai pembelajaran di ruang kelas dan bangku perkuliahan,” terangnya.

Sufi itu kaya bahkan kaya raya dan tetap menjalani syariat, namun tidak pernah meletakkan hatinya pada dunia. Karena sufi itu pasrah kepada Allah dengan melihat keadaan.

“Sufi milenial itu jangan gampang menilai sebuah kesalahan dan serba menyalahkan orang. Justru kalau bisa memaafkan dan berbuat baik kepada siapapun,” ujar beliau yang biasa disapa Kang Hadi itu.

Sebagai MATAN, melihat zaman yang berkembang di era milenial ini, ikuti alurnya dan dijalani saja. Namun jangan sampai kita tergerus oleh perkembangan zaman ini, harus pintar-pintarnya kita memfilter mana yang baik dan mana yang sekiranya tidak patut untuk diikuti ataupun dijalani.

Oleh: Lila Muttamimmah

Komentar
Loading...