Ada Dua Jenis Karamah, Banyak Yang Tidak Tahu

0

PROBOLINGGO – Untuk menjaga spirit dalam memasyarakatkan thariqah dan menthariqahkan masyarakat, Idarah Syu’biyyah JATMAN Kraksaan menggelar ‘Silaturahim dan Manaqib Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Kraksaan Probolinggo’ pada Senin (29/7) di Desa Sendetlami, Kec. Pakuniran Probolinggo, Jawa Timur.

Dalam acara tersebut, Dr. KH. M. Hasyim Syamhudi menjelaskan dua macam karamah yang dimiliki para wali. Ia mengutip pandangan Kiai Zaini Mun’im. Pertama Karamah Kauniyah (Syakhsiyah) dan Karamah Ilmiyah.

“Kalau karamah kauniyah itu ada bersamaan dengan orangnya ketika masih hidup. Ketika orang tersebut sudah wafat maka karamahnya juga ikut tiada. Beda dengan karamah ilmiyah, meskipun orangnya sudah wafat namun karamah ini akan terus berlanjut,” ucap penulis Buku Akhlak Tasawuf Dalam Konstruksi Piramida Ilmu Islam.

Acara silaturahim yang rutin diadakan setiap tiga bulan sekali tersebut juga mengundang Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (MATAN). Kiai Hasyim sangat mengapresiasi hadirnya MATAN.

“MATAN merupakan harapan dari JATMAN, kehadirannya mampu menyejukkan lingkungan kampus yang kerap kali menggunakan pemikiran namun kering dari sisi spiritualitas,” tuturnya menambahkan.

Dimulai sejak pukul 14.00 WIB, kegiatan diawali dengan pembacaan Manaqib dua tokoh sufi. Pertama, Manaqib Syaikh Abdul Qadir Al Jilani dan kedua, Manaqib Syaikh Ahmad Tijani yang dibacakan oleh KH. Tauhidullah Badri dan KH. Masrur Robitullah. (eep)

Comments
Loading...