6 Amalan Ini Pahalanya Setara Ibadah Haji dan Umrah

Tahun ini pasti menjadi tahun yang kurang menggembirakan bagi para calon jemaah haji. Betapa tidak, impian berangkat ke Tanah Suci yang sudah dinantikan bertahun-tahun, dengan sangat terpaksa harus tertunda karena pandemi Covid-19.

Sedih dan kecewa mungkin wajar saja, mengingat keberangkatan ibadah haji di Indonesia bukan hal yang mudah. Selain soal kemampuan finansial, daftar tunggu yang panjang juga terkadang menjadi tantangan tersendiri yang meniscayakan kesabaran.

Karena itu, umat muslim Indonesia percaya bahwa haji yang merupakan rukun Islam kelima itu adalah panggilan Allah. Sebanyak apa pun kekayaan seseorang, jika Allah tak memanggilnya, tak akan berangkat dia. Begitupun sebaliknya, jika Allah telah memanggil, siapa pun dia, ada saja jalan untuk pergi ke sana.

Maka, pandemi ini menjadi ujian kesabaran bagi para calon jemaah haji Indonesia, yang mungkin sudah menunggu 5 atau 10 tahun untuk berangkat ke Tanah Suci.

Namun tak perlu khawatir, Pemerintah sudah menyatakan bahwa daftar tunggu tidak berubah, calon haji yang tidak bisa berangkat tahun ini, tahun berikutnya bisa diberangkatkan, kecuali meninggal atau sakit.

Pun begitu, Allah Swt sesungguhnya telah menyediakan amalan-amalan ibadah yang pahalanya setara dengan ibadah haji atau umrah, apa saja itu?

Pertama, berbakti kepada kedua orang tua

Nabi Saw sangat menekankan berbuat baik kepada kedua orang tua, pahalanya setara dengan haji atau umrah.

Bagaimana jika orang tua sudah tiada?

Selalu mendoakan adalah kebaikan untuk mereka, juga memenuhi janji-janji mereka (wasiat), selalu bersilaturahmi dengan keluarga mereka, memuliakan teman-teman mereka serta bersedekah atas nama mereka.

Dari Anas bin Malik ra. ia berkata kepada Rasulullah Saw, “Ada seseorang yang mendatangi Rasululah Saw dan ia sangat ingin pergi berjihad namun tidak mampu. Rasulullah Saw bertanya kepadanya, apakah salah satu dari kedua orang tuanya masih hidup. Ia jawab, ibunya masih hidup. Rasul pun berkata padanya, “Bertakwalah kepada Allah dengan berbuat baik kepada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad,” (HR. Ath-Thabrani).

Kedua, berniat haji

Meski seseorang belum mampu untuk pergi haji, maka memiliki niat yang kuat melaksanakan haji sangat dianjurkan. Sebab, niat dan tekad yang kuat itu bakal dicatat sebagai pahala, tak terkecuali ibadah haji.

Nah, untuk calon jemaah haji yang sudah mendaftar namun gagal berangkat tahun ini karena Covid-19, tetap kuatkan niat serta tekad untuk berangkat ke Tanah Suci, insya Allah mendapat pahala ibadah haji.

Dari Jabir ra ia berkata, ketika perang tabuk kami bersama Rasulullah Saw lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya di Madinah ada beberapa orang yang tidak ikut melakukan perjalanan perang, juga tidak menyeberangi suatu lembah, namun mereka bersama kalian (dalam pahala). Padahal mereka tidak ikut berperang karena mendapatkan uzur sakit,” (HR. Muslim).

Ketiga, salat fardu berjemaah di masjid

Selalu melaksanakan salat fardu berjemaah lima waktu di masjid termasuk amalan yang pahalanya setara ibadah haji dan umrah.

Dari Abu Umamah ra. Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang berjalan menuju salat wajib berjemaah, maka ia seperti berhaji. Siapa yang berjalan menuju salat sunah, maka ia seperti melakukan umrah yang sunah,” (HR. Ath-Thabrani)

Keempat, memiliki wudu ketika menuju masjid

Ini amalan yang tampaknya sederhana, tapi ternyata pahalanya setara dengan haji dan umrah. Yaitu ketika umat muslim menuju masjid dalam keadaan suci, baik dari hadas besar maupun kecil.

Dari Abu Umamah ra. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci menuju salat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji. Barangsiapa keluar untuk salat Sunah Dhuha, yang dia tidak melakukannya kecuali karena itu, maka pahalanya seperti pahala orang yang berumrah,” (HR. Abu Daud).

Kelima, salat Isyraq

Sebagian ulama menyamakan salat Isyraq dengan salat Dhuha karena waktu pelaksanaannya yang sama, tapi ada pula yang membedakannya, sehingga niat salatnya dibedakan pula.

Salat Isyraq termasuk amalan yang pahalanya setara dengan ibadah haji dan umrah. Salat ini diawali dengan salat subuh berjemaah di masjid lalu berzikir di masjid sampai waktu dhuha tiba, lalu salat sunah Isyraq.

Dari Abu Umamah ra. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan salat Subuh berjemaah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan salat sunah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang berhaji atau berumrah secara sempurna,” (HR. Ath-Thabrani).

Keenam, menghadiri majelis ilmu

Menuntut ilmu atau menghadiri majelis ilmu, baik secara online maupun offline, juga bagian dari amalan yang pahalanya setara dengan ibadah haji. Terlebih, jika belajarnya dengan tujuan sebagai bekal ilmu di dunia dan di akhirat.

Di zaman Nabi Saw tempat terbaik menuntut ilmu adalah masjid. Sekolah atau madrasah di zaman Nabi Saw juga dilaksanakan di masjid.

Nabi Saw bersabda, “Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya,” (HR. Ath-Thabrani).

Baca Lainnya
Komentar
Loading...