3 Pertanyaan yang Harus Anda Jawab Sebelum Mencari Investor

“Jangan mulai meminta uang kepada investor sampai Anda benar-benar paham bisnis Anda dan berapa banyak anggaran yang diperlukan untuk mewujudkannya.”

Di era pandemi Covid-19 yang entah kapan berakhirnya ini, orang-orang harus punya ide kreatif untuk menciptakan peluang bisnis. Terlebih, bagi yang terkena dampak langsung seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), baik sementara maupun selamanya.

Namun, ide kreatif serta keyakinan yang kuat semata tentunya tidak cukup untuk menggerakkan roda usaha. Dibutuhkan modal uang yang cukup. Lalu, bagaimana jika tak punya modal yang cukup untuk mewujudkan ide bisnis?

Di sinilah dibutuhkan pihak lain yang mau bekerja sama dengan Anda untuk menggelontorkan modalnya untuk Anda. Namun perlu dicatat, pemilik modal tentu saja tidak mau modal yang dikeluarkan tidak balik alias rugi.

Nah, oleh sebab itu sebelum Anda mulai mengajukan proposal usaha yang ingin Anda wujudkan, alangkah baiknya pastikan Anda bisa menjawab tiga pertanyaan berikut:

1. Seberapa besar ceruk bisnis Anda?

Dari sinilah semua dimulai. Sebelum mengajukan ide untuk sebuah bisnis rintisan (startup), Anda perlu tahu apa sebenarnya yang akan Anda jual dan kepada siapa.

Artinya, Anda harus bisa membuktikan kepada calon investor bahwa ada ceruk bisnis yang baik untuk produk Anda.

Pertanyaan-pertanyaan ini tampaknya penting untuk Anda: Apakah ada kebutuhan untuk produk Anda? Siapa saja pelanggan Anda? Bagaimana Anda bisa menjangkau mereka? Dan, siapa pesaing potensial Anda?

Buatlah data statistik serta berikan contoh-contoh yang nyata.

Misalnya, katakanlah Anda ingin membuat sebuah alat pengupas buah nanas yang efektif karena Anda sering mendengar orang-orang kesulitan ketika mengupas buah nanas dalam jumlah besar.

Dari sana, Anda bisa melihat berapa banyak buah nanas yang biasanya dijual di wilayah Anda. Atau berapa banyak industri rumahan yang mengolah buah nanas menjadi produk olahan.

Buatlah perkiraan secara matematis, berapa besar potensi alat pengupas nanas yang Anda produksi memenuhi kebutuhan. Selain itu, Anda juga harus punya gagasan bagaimana cara yang baik memasarkan produk Anda tersebut.

2. Berapa Banyak Uang yang Anda Butuhkan?

Ini adalah pertanyaan lain yang tak kalah penting, karena ini akan menentukan beberapa faktor tentang bagaimana dan di mana Anda akan memulai usaha Anda.

Pertanyaan awal, sudahkah Anda memulai operasi? Jika belum, maka Anda harus menghitung berapa banyak modal yang Anda butuhkan untuk memulai semuanya dari nol.

Tapi jika Anda sudah memulai operasi, maka Anda perlu tahu berapa banyak yang diperlukan untuk membawa Anda ke fase pengembangan berikutnya.

Mengetahui berapa modal yang Anda butuhkan adalah penting untuk memandu Anda ke mana harus mencari investasi, apakah cukup ke satu individu, banyak individu atau mungkin ke lembaga keuangan seperti perbankan.

Bisa jadi, dengan perhitungan matang yang Anda lakukan, Anda bisa menemukan investor yang berbeda-beda pada setiap fase usaha yang dijalankan.

Selain itu, cara ini akan memberikan Anda pemahaman yang lebih baik lagi tentang bagaimana Anda mengajukan proposal usaha kepada setiap jenis investor, karena mereka memiliki aturan yang berbeda-beda.

Terakhir, jika Anda mengetahui dengan persis berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk memulai usaha, maka Anda tidak akan memiliki dana yang terlalu banyak atau terlalu sedikit. Sebab jika salah satunya terjadi, ini justru malah akan menenggelamkan usaha rintisan Anda.

3. Dapatkah Anda Menjelaskan Usaha Anda dalam Satu Kalimat?

Ingat, ide yang bagus adalah ide yang sederhana. Bisakah Anda dengan mudah dan cepat mendeskripsikan usaha rintisan Anda kepada orang lain dalam satu kalimat?

Dan, apakah mereka akan dapat memahami ide Anda tersebut?

Nah, jika Anda tidak dapat menggambarkan usaha rintisan Anda dengan ringkas dan sederhana, bagaimana Anda mengharapkan investor untuk memahami apa yang Anda tawarkan?

Jika ini masalahnya, mungkin lebih baik Anda kembali mengkonsep ulang bisnis rintisan Anda tersebut.

Dan terpenting, jangan pernah patah arang dalam memulai usaha, terlebih usaha rintisan (start up). Dalam sejarahnya, tidak ada seorang pengusaha atau pebisnis yang mencapai hasil tanpa mengalami sejumlah kegagalan.

Yakini bahwa dengan berbisnis yang baik, Anda sedang beribadah kepada Allah Swt, yaitu untuk menghidupi keluarga serta membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Dengan catatan, bisnis yang baik.

Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu,” (QS. An-Nisa: 29).

Baca Lainnya
Komentar
Loading...