3 Kiat Menjemput Husnul Khatimah

Setiap orang mendambakan kematian yang husnul khatimah. Karena manusia harus kembali kepada Allah Swt. Kendati demikian, kematian adalah rahasia Allah dan tak ada yang tahu kapan ajal itu akan datang.

Manusia yang sadar akan berharap agar dianugerahi Allah kematian yang indah dan mudah. Serta dijauhkan dari kematian yang menyengsarakan dan mengerikan. Itu sebabnya kita berlindung dari kematian yang suul khatimah atau akhir hayat yang buruk.

Meski mendambakan Husnul khatimah, tapi tak setiap kita mempersiapkan kematian yang indah. Kehidupan dunia sering kali melalaikan seseorang yang tidak mengisi hidupnya dengan dzikrullah. Itu sebabnya Nabi mengatakan bahwa yang cerdas ialah ia yang mempersiapkan kematiannya.

Lalu apa yang mesti kita persiapkan untuk mendapatkan Husnul khatimah?

Pertama, tanamkan niat untuk wafat dalam husnul khatimah

Niat bagi seorang mukmin lebih baik dari amalannya sendiri. Kalau kamu mau mendapatkan husnul khatimah maka niat dan orientasikan hidupmu untuk mendapatkannya. Dengan begitu, niat ini akan menjaga dirimu konsisten menjaga hati dan perbuatan yang baik dan benar. Niat ini harus diperkuat karena sifat qalbu tempat bersemayamnya niat sering kali tidak stabil dan lalai.

Kedua, berkomitmen spiritual

Jika niat sudah tertancap, maka kamu mesti menguatkankannya dengan belajar berkomitmen untuk hidup lebih baik yakni dengan mengamalkan agama dengan baik. Mengamalkan agama bukan hanya secara lahiriah menjalankan ibadah ritual dan sosial. Tapi juga menjaga kebersihan batin agar senantiasa Allah-lah yang menjadi tujuan.

Komitmen ini dalam tasawuf dikenal dengan berbaiat atau melakukan talqin dzikir, maka seseorang akan otomatis memiliki guru Mursyid. Guru Mursyid Wali penerus Nabi inilah yang membimbing ruhani kamu untuk selalu ingat Allah dan selamat saat sakratul maut.

Ketiga, menjalankan perencanaan yang konsepsional

Niat adalah pondasi untuk mendapatkan husnul khatimah. Komitmen adalah bukti dari kuatnya niat kamu untuk berorientasi hidup mendapatkan husnul khatimah. Sedangkan perencanaan secara konsepsional ini sudah ada dalam ajaran tarekat.

Tarekat ini berisi bimbingan dan rencana konsepsional untuk menjemput kematian dengan indah yang tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunnah. Isinya bagaimana meninggalkan maksiat, konsisten dalam taat hingga merawat qalbu agar senantiasa bersih.

Dengan bertarekat, kamu akan mengurangi risiko mati dalam keadaan suul khatimah. Sebab bertarekat menanamkan bahwa hidup mesti meneladani Rasulullah yang selalu ingat pada Allah setiap saat dan di saat yang sama selalu berakhlak baik kepada Allah, rasul-Nya, manusia serta lingkungan.

Nabi Saw bersabda Jika Allah menghendaki kebaikan pada seseorang. Maka Dia akan menggunakannya. Maka ditanyakanlah pada beliau, “Bagaimanakah Allah menggunakannya wahai Rasulullah?” Nabi menjawab: “Dia akan memberinya taufiq untuk beramal saleh sebelum kematiannya”. (HR. Tirmidzi).

Baca Lainnya
Komentar
Loading...