10 Ribu Jamaah Hadiri Tawajjuhan Akbar Majelis TQN Mranggen

0

DEMAK – Tidak kurang dari sepuluh ribu jamaah Thariqah Qadiriyyah Wan Naqsyabandiyah (TQN) Mranggen menghadiri Tawajjuhan Akbar ke-9 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Ahad (3/3).

Mereka merupakan Mursyid – Khalifah serta muridin – muridat yang mengambil amalan tarekat dari sanad KH. Muslih bin Abdurrahman Mranggen.

Tawajjuhan Akbar merupakan kegiatan yang diinisiasi dan dimotori oleh KH. Muhammad Hanif Muslih sejak tahun 2011, “Tawajjuhan Akbar rutin dilaksanakan setahun sekali, yaitu di pekan terakhir bulan Jumadil Akhir,” ujar Kiai Hanif yang juga Pengasuh Ponpes Futuhiyyah pada redaksi JOL di lapangan.

Kiai Hanif menjelaskan bahwa
tujuan kegiatan tersebut yakni untuk mempererat silaturahmi antar mursyid, khalifah, muridin, muridat Majelis TQN ala Sanadi Asy-Syaikh Muslih bin Abdurrahman Mranggen (jalur sanad Syaikh Muslih Abdurrahman Mranggen).

Selain itu, Mursyid TQN menyebutkan tujuan lain digelarnya majelis tawajjuhan, “Tujuan lain digelarnya majelis tersebut ialah untuk menyeragamkan amalan TQN agar sesuai dengan amalan yang diamalkan oleh KH Muslih bin Abdurrahman,” ujar Kiai yang gemar menulis tersebut.

Pasalnya, lanjut Kiai Hanif, ada beberapa mursyid – khalifah dan muridin – muridat yang mengamalkan thariqah ini, tapi tidak sesuai dengan amalan Kiai Muslih.

Tawajjuhan Akbar diawali dengan pembacaan kitab Nurul Burhany yang berisi manaqib Syaikh Abdul Qadir Al Jailani, kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh KH. Wahfiudin Sakam dan diteruskan dengan tawajjuhan dzikir TQN.

Dalam tausiahnya, Kiai Wahfiudin  menyampaikan bahwa tarekat sangat penting terutama bagi generasi muda.

“Kita bisa mulai membidik anak muda, dengan mengadakan pelatihan tasawuf dan tarekat, syukur pondok pesantren bisa menggelarnya,” kata Mudir Aam JATMAN tersebut.

Kiai Wahfiudin yang juga Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat bercerita, “dalam kunjungan saya ke China belum lama ini, tepatnya di Yunnan ternyata ada Mursyid Naqsyabandiyah yang ahli kungfu dan masih keturunan Rasulullah ke 24, di sana berkembang zikir Tarekat Naqsyabandiyah,” ucap wakil Talqin Abah Anom. (anis/eep)

Comments
Loading...